Kesehatan

6 Alasan Mengapa Kita Harus Rajin-rajin Cuci Tangan dengan Sabun

Demi menjaga kesehatan, kita harus menjaga kebersihan tubuh. Yakni dengan mandi dan mencuci tangan. Meski sepele, mencuci tangan dapat menjaga tubuh dari ancaman virus dan kuman yang berbahaya.

Sayangnya, kemungkinan besar kita tidak mencuci tangan sesering yang seharusnya. Kuman dan virus ada di mana mana, bahkan di tempat yang seringkali tidak kita duga. Selain itu, disadari atau tidak kita sering menyentuh wajah dengan tangan.

Itulah satu di antara jalan di mana kuman, virus, maupun bakteri penyakit dapat masuk tubuh. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kuman dan bakteri berbahaya seperti Salmonella, E.Coli, dan norovirus dapat masuk sistem tubuh dan menimbulkan penyakit ketika kita tidak rajin mencuci tangan. Secara umum, virus memang tidak bertahan lama di pegangan pintu, tetapi tidak dengan bakteri.

Menurut BBC Science Focus , Salmonella hanya dapat bertahan hidup pada permukaan selama empat jam. Namun, MRSA (bakteri yang resisten terhadap antibiotik) dapat bertahan selama beberapa minggu. Sementara C.difficile , bakteri yang mempengaruhi pencernaan dapat bertahan selama lima bulan.

Pada 2018, tim BBC pada program Trust Me I'm a Doctor mengadakan eksperimen untuk melihat seberapa cepat kuman dan bakteri berkembang biak di permukaan dapur ketika dibersihkan dengan tisu anti bakteri. Di tempat pertama, ada spons pencuci piring dan serbet. Sekitar 75 persen dari spons pencuci piring terkontaminasi bakteri seperti E. Coli .

Sehingga meski merasa sudah bersih saat mencuci piring, sebaiknya cucilah tangan lagi dengan sabun. Penelitian tahun 2018 menemukan permukaan meja rata rata bisa mengandung 400 kali lebih banyak kuman daripada dudukan toilet. Bakteri seperti Staphylococcus aureus , Pseudomonas aeruginosa , dan Helicobacter pylori mungkin ada dalam jumlah ribuan.

Dalam penelitian tersebut, tercatat ada 3.295 kuman pada keyboard, 1.676 kuman pada mouse, dan 25.127 kuman pada ponsel. Pada 2016, sejumlah ilmuwan mengadakan penelitian pada jaringan kereta bawah tanah di London yang disebut proyek London Under the Microscope. Dalam penelitian tersebut, ada 121 jenis bakteri dan jamur yang berbeda.

"Di antaranya, kuman kuman itu merupakan kuman super yang resisten terhadap antibiotik dan sangat berbahaya," kata peneliti Paul Matewele. Meski mengendarai mobil, jangan mengira kita sudah aman dari bakteri. Sebab, pompa bensin juga bisa dipenuhi bakteri.

Sementara itu, saat naik lift, ingat pula tombol lift juga penuh dengan kuman. Sebuah penelitian tahun 2017 telah memberi peringkat mengenai tempat tempat paling kotor dalam sebuah restoran. Peringkat pertama adalah kursi tinggi dan kursi booster untuk anak anak.

Sementara, di tempat kedua adalah buku menu, yang dapat dipenuhi sebanyak 185.000 kuman per sentimeter persegi. Kapan terakhir kali kita membersihkan ponsel cerdas? Mungkin kita malah tidak pernah membersihkannya.

Melihat alasan ini, sebaiknya kita mulai rajin membersihkan ponsel dan mencuci tangan setelah memegangnya. Sebab, penelitian telah menunjukkan ponsel dapat dipenuhi kuman dan bakteri 10 kali lebih banyak daripada dudukan toilet. Namun, ada sedikit berita baik: jika kita hanya menggunakan telepon milik kita sendiri, kita tidak akan sakit karena bakteri yang kita masukkan ke sana.

Namun, hal ini tidak akan selalu berlaku jika kita menggunakan ponsel milik orang lain.

Tagged , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.