Lifestyle

6 Permainan Anak-Anak Zaman Dulu yang Sekarang Booming Lagi

Buat anak yang lahir tahun 90-an, banyak sekali permainan tradisional yang bisa dimainkan berdua maupun berkelompok. Permainan anak-anak tersebut perlahan mulai tersingkirkan seiring berkembangnya teknologi dan munculnya beragam gawai. Tapi, ternyata sekarang permainan tradisional sudah mulai booming lagi, contohnya sebagai berikut.

  1. Kelereng

Akhir-akhir ini, banyak anak SD yang mulai menggemari lagi permainan gundu atau kelereng. Permainan yang biasanya dimainkan dengan banyak ini memnag sangat seru. Perlu halaman agak luas dari tanah untuk membuat garis-garis yang merupakan salah satu media permainan kelereng ini.

Berbagai strategi dilakukan untuk permainan ini dan semuanya melibatkan kecerdasan otak dalam mengukur sudut yang pas. Begitupula dengan kekuatan jari yang juga menentukan apakah bisa sampai ke garis yang dituju atau tidak. Permainan ini sangat cocok untuk meningkatkan perkembangan otak anak.

  1. Enggrang

Permainan enggrang memang terlihat menegangkan, tapi anak-anak memainkannya dengan wajah senang dan santai. Di beberapa daerah, permainan ini mulai booming lagi dan layaknya nonton sirkus yang sekarang sudah jarang ada, permainan ini bisa menjadi penggantinya.

Permainan enggrang merupakan latihan kecerdasan yang kompleks, Anak dituntut untuk mencari bambu atau kayu yang tepat untuk kemudian dipotong dengan ukuran yang pas. Setelah itu, disimpul dengan tali atau karet ban. Terakhir, anak-anak harus belajar melatih keseimbangan agar bisa menaiki dan berjalan dengan lancar di atasnya sampai finish.

  1. Lompat Tali

Permainan anak-anak kali ini ternyata tidak terbatas gender. Jadi, baik perempuan maupun laki-laki, semuanya menyukai permainan lompat tali. Perhitungan yang tepat untuk melompat dan latihan pernapasan bisa diperoleh dari permainan ini.

Lompat tali yang melibatkan setidaknya 3 anak ini tentu bisa menjadi latihan untuk bersosialisasi dengan teman-teman seusianya. Kalau zaman dulu tali yang digunakan terbuat dari kumpulan karet yang disambung, maka kali ini ada yang lebih praktis, yaitu tali panjang bahan karet, bahkan dengan pegangan digital.

  1. Gelang Pegas

Memainkan gelang pegas kembali menjadi permainan favorit anak SD, TK, dan usia prasekolah. Berbentuk seperti gelang, permainan gelang pegas memang terlihat unik. Saat kedua sisinya bersentuhan dengan lantai, bentuknya seperti terowongan. Variasi warna seperti pelangi menjadi daya tarik dan melatih anak untuk mempelajari ragam warna.

  1. Lego

Bentuk lego susun zaman dulu memang tidak se-modern seperti sekarang, tapi manfaat yang diperoleh sama saja. Anak-anak bisa belajar untuk menyusun bangun ruang, seperti robot, rumah, pesawat, dan lainnya. Bahkan, permainan yang melatih kreativitas tingkat tinggi ini sekarang sudah go international.

  1. Petak Umpet

Hampir semua generasi agaknya pernah memainkan permainan yang satu ini. Strategi untuk mencari tepat persembunyian yang tepat untuk yang giliran sembunyi ataupun mencari tempat persembunyian teman-temannya bagi yang jaga adalah kegiatan yang mengasyikkan sekaligus mendebarkan.

Selain itu, permainan ini bisa dilakukan di dalam maupun luar ruangan. Secara tidak langsung, permainan ini juga bisa menjadi salah satu latihan fisik karena mengharuskan anak-anak yang sembunyi untuk segera berlari mendahului temannya yang jaga. Tidak heran kalau permainan tradisional ini masih sering dimainkan anak-anak sampai sekarang.

Permainan anak-anak memang umumnya dilakukan di luar dan sebagian besar dilakukan di tanah seperti permainan-permainan yang disebutkan di atas. Tapi, biarkan anak berani kotor karena sekotor apapun pakaian mereka, ada Rinso yang bisa mengatasinya. Selain itu, setiap permainan mengajarkan bisa meningkatkan kecerdasan dan mengajarkan untuk bersosialisasi.

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.