Lifestyle

Abah Sanan, Menafkahi Keluarga dengan Berjualan Siomay

Malam hari merupakan waktu yang paling tepat untuk beristirahat. Waktu ini biasanya dihabiskan untuk quality time bersama keluarga atau sekedar rebahan untuk menghilangkan rasa letih setelah seharian bekerja. Ini tentu saja merupakan anugerah karena waktu istirahat dan bekerja bisa terbagi secara seimbang. Namun, ini hanya berlaku bagi sebagian orang saja.

Saat malam hari, tepatnya pukul 9 malam, Abah Sanan baru saja beranjak pulang ke rumahnya. Ini tentu saja bukan karena ia senang keluyuran tidak jelas, tetapi untuk mencari sesuap nasi bagi keluarganya. Sambil mengayuh sepedanya, ia melihat jalanan sudah mulai sepi, sedangkan dagangannya masih tersisa banyak. Terkadang Abah Sanan bingung harus berjualan ke mana lagi.

Sosok Abah Sanan

Mata pencaharian Abah Sanan sampai saat ini adalah berjualan siomay. Ia biasa menjajakan siomaynya menggunakan sepeda mulai dari jam 3 sore sampai jam 9 malam. Untuk itu, mau tidak mau kakinya yang sudah renta itu harus mengayuh sepeda berkeliling kampung dan kota. Sesekali ia berhenti di pinggir jalan karena merasa kelelahan. Bukan hanya kakinya saja yang merasa pegal, tetapi juga dadanya yang terasa sesak.

Di usianya yang sudah tidak muda lagi, Abah Sanan memiliki penyakit gangguan pernapasan.Ini tentu saja tidak mudah, apalagi kini usia Abah Sanan menginjak 84 tahun. Oleh karena itu, Abah Sanan seringkali merasa sesak saat di perjalanan, bahkan jatuh pingsan. Banyak orang yang panik jika Abah Sanan sudah tidak sadarkan diri. Oleh karena itu, tidak sedikit yang menyarankan untuk beristirahat di rumah saja.

Jika Abah Sanan tidak bergerak untuk mencari nafkah, kebutuhan sehari-harinya tentu tidak akan tercukupi. Ia harus menafkahi istri dan anak-anaknya yang saat ini tinggal bersamanya di Gang melati Rt 02/Rw 01 kontrakan Hj. Alin no 72 Desa Bambu Duri Kecamatan Tonjong, Bogor. Ia menyewa rumah tersebut dengan membayar Rp. 300.000 setiap bulannya.

Abah Sanan mendapatkan keuntungan Rp. 20.000 setiap harinya. Dari penghasilannya ini, terkadang tidak mencukupi kebutuhan sehari-harinya, sehingga ia terpaksa untuk berhutang, baik itu untuk kebutuhan sehari-hari, maupun untuk modal jualannya.

Memulai Kebaikan Bersama Allianz

Meskipun dihimpit kondisi ekonomi yang sulit, Abah Sanan tidak pantang menyerah. Kondisi tubuhnya yang sering sakit-sakitan membuatnya tidak patah semangat untuk tetap bertanggung jawab menafkahi keluarganya. Oleh karena itu, kisahnya bisa menginspirasi kita semua mulai berbuat baik kepada sesama, terutama orang-orang yang lebih membutuhkan.

Untuk melakukan hal-hal baik, kita bisa memulainya dengan menggunakan produk asuransi syariah AlliSya Protection Plus dari Allianz.  Dengan menggunakan produk asuransi syariah ini, kita bisa memberikan kebaikan maksimal berupa perlindungan jiwa dan kesehatan terbaik untuk orang-orang terkasih. Untuk itu, masa depan bisa lebih terjamin tanpa harus merasa was-was dengan resiko finansial.

Selain itu, kita juga bisa mewakafkan sebagian dari harta kita melalui fitur Asuransi Syariah Indonesia Allianz. Melalui fitur ini, kita bisa membantu orang-orang yang butuh bantuan lebih secara finansial dengan menyisihkan sebagian dari dana musibah. Dari dana tersebut, kita bisa memberikan kebaikan dan juga manfaat yang berlimpah.

Untuk itu, #AwaliDenganKebaikan bersama Allianz. Dengan melakukan perbuatan baik, kita bisa memberikan manfaat tidak terhingga pada sesama. Selain itu, menebarkan kebaikan juga bisa membantu Mak Aminah mendapatkan kebaikan paket umroh gratis dari Allianz. Untuk itu, jadilah orang yang bermanfaat dengan senantiasa menebarkan kebaikan dimanapun kita berada.

Tagged ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.