Bisnis

Apa tugas Broker Asuransi dalam Menilai Risiko Bisnis?

Pelaku bisnis sebaiknya sudah menyadari berbagai risiko yang akan dihadapi ketika menjalankan bisnis dan dapat mengakibatkan kerugian. Untuk meminimalisir dampak kerugian akibat terjadinya risiko, sudah banyak pelaku bisnis yang mulai mengasuransikan berbagai aset pentingnya sejak dini. Mereka pun mulai membuka kerjasama dan menggunakan jasa perusahaan broker asuransi karena banyak keuntungan ekstra yang ternyata mereka dapatkan. 

Salah satu peran broker asuransi sesuai dengan ketentuan UU Nomor 40 Tahun 2014 adalah sebagai perantara yang membantu dalam penyelesaian klaim dengan bertindak untuk dan atas nama pemegang polis. Dalam hal ini, broker asuransi memberikan jaminan serta perlindungan terhadap nasabah asuransi untuk mendapatkan haknya secara penuh jika terjadi pengajuan klaim. 

Selain itu, tugas dari broker asuransi adalah untuk mengindentifikasi risiko dan kemungkinan yang dapat terjadi. Broker asuransi akan memberitahukan kepada kliennya mengenai risiko apa saja yang berpotensi terjadi dan memberikan rekomendasi berupa paket asuransi sesuai potensi risiko. Jika disetujui, maka broker asuransi akan memeriksa pasar asuransi terbaik sesuai dengan kebutuhan klien (nasabah). Selain itu, broker asuransi juga akan mengatur kebijakan asuransi. Karena bisa jadi, produk asuransi yang ada di pasar asuransi bisa berbeda dengan kebutuhan asuransi perusahaan setelah dilakukan manajemen risiko.

Dalam menilai risiko, terdapat beberapa proses yang harus dipertimbangkan agar memiliki tujuan yang jelas, diantaranya adalah:

 

  • Identifikasi Risiko

 

Risiko dari setiap industri biasanya unik dan berbeda. Proses penilaian risiko dimulai dengan mengidentifikasi serta memprioritaskan risiko perusahaan. Kemudian broker asuransi memberikan masukan agar dapat dilakukan tindakan prioritas. Penilaian tersebut mempertimbangkan beberapa faktor seperti dampak, kemungkinan, dan kecepatan. 

 

  • Mengukur Risiko

 

Meski tidak semua risiko diketahui, namun hal yang perlu dilakukan broker asuransi adalah meningkatkan transparansi dengan cara mempertimbangkan berbagai risiko. Untuk mengukur risiko ini, metode yang digunakan tergantung pada tingkat risiko dan klaim. 

 

  • Mengevaluasi Risiko

 

Proses selanjutnya yang dilakukan adalah mengevaluasi risiko. Pada tahap ini tergantung dari risiko prioritas yang diidentifikasi, kemudian manajemen akan merespon risiko yang sesuai. Namun demikian, nasabah dapat memilih apakah mau menerima atau menolak atas penilaian tersebut sesuai yang diinginkan atau tidak diinginkan. Risiko yang diinginkan nantinya dapat dipantau atau dikelola oleh perusahaan, sementara untuk risiko yang tidak diinginkan merupakan kebalikannya. 

 

  • Mengurangi Risiko

 

Dengan identifikasi risiko yang dilakukan, maka manajemen akan mengetahui adanya kesenjangan dalam manajemen risiko. Dari situ maka manajemen memiliki kesempatan untuk memperbaiki dan mengimplementasikan respon dan/atau solusi risiko. 

Perlu dipahami juga bahwa pelaksanaan manajemen risiko akan berbeda-beda bergantung pada industri dan model bisnis perusahaan. Keuntungan menggunakan broker asuransi adalah untuk membantu perusahaan dalam melakukan dan mengelola manajemen risiko bisnis sesuai dengan profil risiko. 

Broker asuransi diharuskan memiliki kemampuan meninjau kebijakan dan selalu mengikuti perkembangan terbaru maupun peraturan dalam industri asuransi. Selain itu, broker asuransi juga dapat memberikan konsultasi jika terjadi pengajuan klaim. Dengan demikian, perusahaan dapat lebih menghemat waktu dan biaya.

Tagged ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.