Kesehatan

Bejibun Masalah Kesehatan Dipicu Stres: Jantung, Diabetes, Hingga Tingkatkan Risiko Kematian Dini

Stres adalah reaksi tubuh terhadap situasi berbahaya, seperti ketika merasa terancam, tertekan, ataupun ketika mengalami suatu perubahan. Stres bisa menyebabkan berbagai respon tubuh, baik secara fisik, mental, maupun emosional. Stres biasanya timbul karena berbagai faktor, misalnya: faktor lingkungan, pekerjaan, pikiran, ataupun terjadinya suatu fase perubahan dalam hidup, misalnya kelahiran ataupun kematian orang tersayang.

Ketika seseorang merasa stres, detak jantung akan meningkat, ritme napas menjadi cepat, otot menengang, dan bisa menyebabkan tekanan darah naik. Meski dianggap biasa terjadi, stres yang dibiarkan akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang serius loh! Sebab, stres bukanlah perasaan yang hanya ada di kepala, tapi juga dapat memberikan efek pada tubuh.

Ketika sedang stress, tubuh akan merespons yang ditandai dengan pembuluh darah menyempit, sehingga bisa menyebabkan tekanan darah naik dan aliran darah dialiri oleh hormon kortisol serta adrenalin. Jika ini dibiarkan, stress dapat menjadi penyebab utama munculnya berbagai penyakit serius dalam tubuh. Mengutip laman WebMD, 10 masalah kesehatan yang dapat disebabkan oleh stres adalah :

Para peneliti telah lama menduga bahwa stres menyebabkan meningkatnya risiko seseorang terkena tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Sebab, stres secara langsung dapat meningkatkan denyut jantung dan aliran darah, sehingga menyebabkan pelepasan kolesterol dan trigliserida ke dalam aliran darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Selain itu, banyak orang merasa stress dan mencoba mengalihkannya dengan merokok. Kebiasaan merokok ini juga secara tak langsung dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Terdapat banyak penelitian yang menunjukkan bahwa stres dapat memperburuk penyakit asma. Beberapa bukti juga menunjukkan bahwa stres yang dirasakan orangtua, juga dapat meningkatkan kemungkinan diturunkannya penyakit asma pada anak. Selain itu, ibu hamil yang terpapar polusi udara atau memiliki kebiasaan merokok, juga dapat menyababkan sang anak memiliki penyakit asam.

Stres dapat menyebabkan lemak menumpuk di perut, sehingga dapat meningkatkan risiko mengalami masalah kelebihan berat badan atau obesitas. Ahli mengatakan bahwa stress dapat meningkatkan kadar hormon kortisol dalah tubuh, yang bisa menyebabkan lemak tertumpuk dalam perut. Stres dapat memperburuk penyakit diabetes dengan 2 cara.

Cara pertama yaitu stress dapat menyebabkan kebiasaan buruk, seperti konsumsi makanan yang tak sehat dan minum secara berlebihan. Kedua, stres juga bisa meningkatkan kadar glukosa darah pada penderita diabetes tipe 2. Kedua hal ini dapat menyebabkan diabetes pada tubuh penderitanya semakin memburuk. Stres dianggap sebagai salah satu pemicu sakit kepala yang paling umum. Namun tak hanya sakit kepala saja, stress juga dapat menyebabkan migrain.

Tak mengherankan jika stress dikaitakan dengan 2 masalah gangguan mental ini. Selain itu, sebuah survei telah membuktikan, bahwa orang yang mengalami stres karena pekerjaanya, memiliki risiko 80% lebih tinggi terkena depresi dan gangguan kecemasan. Stres dapat menyebabkan sejumlah masalah pada sistem pencernaan, seperti : heartburn dan GERD yang menyebabkan rasa perih atau sakit di dada karena asam lambung naik, serta irritable bowel syndrome atau IBS yang memengaruhi fungsi usus besar.

Satu penelitian yang dilakukan peda hewan percobaan, menemukan bahwa stres dapat memperburuk penyakit Alzheimer. Penelitian ini diyakini juga memiliki efek yang sama pada manusia. Selain itu, para peneliti juga meyakini bahwa dengan mengurangi stres dapat memperlambat perkembangan penyakit otak, seperti misalnya Alzheimer ini. Sebuah studi membandingkan antara DNA wanita yang mengalami stres karena merawat anaknya yang sakit parah, dengan wanita yang tidak.

Para peneliti pun menemukan bahwa stres dapat mempercepat penuaan, sekitar 9 hingga 17 tahun lebih tua daripada usia sebenarnya. Stres rupanya dapat meningkatkan risiko kematian pada usia muda. Sebuah peneliti menemukan, bahwa orang yang menderita stres memiliki risiko 63% lebih tinggi mengalami kematian dini, daripada mereka yang tidak mengalami stress ataupun memiliki tingkat stress yang rendah.

Jika merasa stres dan berkeinginan untuk meredakannya, langkah yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan olahraga teratur. Sebab olahraga dipercaya dapat mengatur tingkat stres, karena dapat memperbaiki suasana hati dan meningkatkan energi dalam tubuh.

Tagged , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.