Lifestyle, Tips

Dari Mana Asalnya Susu Bubuk?

Apa yang kamu lakukan untuk menjaga kesehatan? Olahraga, makan makanan bergizi, dan minum susu.

Ya, minum susu seringkali menjadi salah satu pilihan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh sehingga kesehatan tetap terjaga. Selain susu cair, susu bubuk juga masih memiliki banyak peminat. Alasannya, selain lebih aman dan praktis saat dibawa bepergian, lebih awet dalam penyimpanan, proses pembuatan susu bubuk dari mencampurkan bubuk susu dengan air hangat ke dalam gelas kemudian mengaduknya, telah menjadi tradisi tersendiri.

Jika melihat dari asalnya, susu adalah cairan putih yang dihasilkan mamalia. Selain ASI, manusia juga terbiasa mengonsumsi susu dari mamalia lain, seperti sapi, kambing, atau unta. Jika susu yang keluar dari mamalia tersebut berupa cairan, lalu bagaimana susu dalam kemasan bisa berupa susu bubuk?

Ternyata susu bubuk mengalami begitu banyak proses sebelum tersaji dengan lezat di meja makan, lho. Berikut penjelasannya:

  1. Penerimaan dan Penyimpanan Susu Segar

Peternak susu memberikan susu segar ke pabrik, lalu pabrik akan melakukan berbagai tahap pengujian sebelum mengolahnya. Susu yang sudah lulus tahap uji, kemudian disaring untuk memisahkannya dengan benda-benda asing yang berpotensi mengotori susu.

  1. Pendinginan

Susu yang berhasil melewati tahap pengujian, kemudian didinginkan sehingga mikroba di dalam susu menjadi nonaktif. Tentu saja tujuannya adalah untukĀ  mencegah kerusakan pada susu.

  1. Pasteurisasi

Mikroba di dalam susu pada umumnya dapat menyebabkan berbagai macam penyakit. Pasteurisasi adalah menyimpan susu dalam suhu 60 derajat celcius selama 20 menit. Tujuannya adalah untuk membunuh semua mikroba pathogen yang merusak susu dan menyebabkan penyakit.

Pasteurisasi sendiri dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pemanasan pada suhu tinggi untuk waktu yang sangat pendek dan pemanasan dalam suhu rendah untuk waktu yang cukup panjang.

  1. Pencampuran

Susu dan bahan baku lainnya seperti gula, whey, pemberi aroma, emusifier/stabilizer yaitu lechitin, vitamin dan mineral dicampur bersama dengan minyak nabati dalam sebuah tangki pencampuran.

  1. Evaporasi dan Pengeringan

Evaporasi merupakan proses penguapan sebagian air yang terdapat dalam susu untuk memperoleh susu pekat dengan kadar padatan sesuai dengan yang dikehendaki. Susu dipanaskan dengan suhu berkisar 70-80 derajat C, untuk mengubah susu cair menjadi susu bubuk. Lalu, dialirkan ke pompa bertekanan tinggi dan disemprotkan ke spray dryer melalui lubang nozzle sampai terbentuk susu bubuk.

  1. Pengemasan dan Uji Kualitas

Susu dikemas dan diuji kualitasnya agar tetap memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan.

Meski susu bubuk seringkali dipilih karena lebih awet dan aman disimpan berbulan-bulan, tapi bukan berarti susu bubuk bisa diperlakukan sembarangan.

Agar susu bubuk tetap awet dan terjaga kualitasnya, perhatikan cara penyimpanan berikut ini:

  1. Gunakan wadah kedap udara yang bersih

Pindahkan susu bubuk ke dalam wadah yang kedap udara dan dapat tertutup rapat. Susu yang terkena udara secara terus-menerus dapat merusak kualitasnya. Sebelum memindahkan susu bubuk, pastikan wadahnya kering, bersih dan bebas bau. Jika susu bubuk yang kamu beli dikemas dengan menggunakan aluminium foil, simpan dengan cara melipat aluminium foil hingga rapat, lalu ikat dengan karet atau penjepit.

  1. Hindari sinar matahari langsung

Sinar matahari dapat meningkatkan suhu dalam kemasan dan menyebabkan berkembangnya bakteri jahat yang dapat berbahaya bagi kesehatan. Jika kamu hanya memiliki kemasan yang tembus cahaya, seperti toples kaca, sebaiknya lapisi wadah dengan kertas aluminium agar cahaya tidak masuk ke dalam.

  1. Perhatikan masa kadaluwarsa

Meski susu bubuk lebih tahan lama, tetap perhatikan tanggal kadaluwarsanya. Usahakan untuk habiskan susu dalam jangka waktu enam bulan untuk mencegah tumbuhnya bakteri pada produk.

Selalu perhatikan susu bubuk sebelum mengolah dan meminumnya, ya. Susu bubuk yang telah basi akan muncul bau tengik dan mengalami perubahan warna.

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.