Kesehatan

Ikan Asin Punya Manfaat Kesehatan Luar Biasa Sekaligus Berbahaya Apabila Berlebihan Mengonsumsinya

Ikan asin belakangan ini sering dibicarakan di media sosial, menyusul ucapan Galih Ginanjar yang menghebohkan itu. Bahkan urusannya kian panjang, setelah Fairuz A Rafiq melaporkan Galih Ginanjar, mantan suaminya itu, ke pihak berwajib. Tuduhannya menghina di media sosial. Tak hanya Galih Ginanjar yang dilaporkan, tapi juga Rey Utami dan Pablo Benua juga dijadikan terlapor.

Apa salahnya ikan asin? Fakta mengenai ikan asin,dikutip dari laman Data Komposisi Pangan Indonesia, dalam 100 gr ikan asin kering megandung berbagai nilai gizi yang baik untuk kesehatan, di antaranya: Air (Water): 40.0 g

Energi (Energy): 193 Kal Protein (Protein): 42.0 g Lemak (Fat): 1.5 g

Karbohidrat (CHO): 0.0 g Serat (Fibre): 0.0 g Abu (ASH): 16.5 g

Kalsium (Ca): 200 mg Fosfor (P): 300 mg Besi (Fe): 0.0 mg

Thiamin (Vit. B1): 0.01 mg Vitamin C (Vit. C): 0 mg Bahkan menurut sebuah jurnal yang dipublikasikan dalam Science Direct pada tahun 2015 menyebutkan, kandungan fosfor dan kalsium yang tinggi pada ikan asin sangat bermanfaat bagi kesehatan tulang dan gigi.

Ikan asin juga dapat membantu meningkatkan tinggi badan selama masa pertumbuhan, memperkuat tulang, mencegah kelainan struktur tulang, dan mencegah osteoporosis (pengeroposan tulang). Manfaat lain ikan asin memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, yaitu sekitar 42 gram protein per 100 gr. Protein ini akan sangat berguna untuk membangun otot dan meningkatkan massa otot, terutama bagi mereka yang sedang menjalani program pembangunan otot.

Nah, sampai di sini semoga kita semua, khususnya para artis yang berseteru paham, ikan asin itu baik dan bermanfaat. Jadi jangan sakit hati jika disebut ikan asin. Lebih baik ikan asin dari pada menjadi manusia tak bermanfaat. Betul, kan? Tapi, ada hal yang perlu diperhatikan dalam mengonsumsi ikan asin.

Jangan terlalu sering, karena dapat menimbulkan gangguan jantung. Rasa asin dalam ikan asin kering tersebut mengandung natrium yang cukup tinggi yang membahayakan kesehatan jantung dan menimbulkan potensi tekanan darah tinggi. Selain itu, melansir The Standard, Badan Administrasi Makanan dan Obat China, telah menerbitkan daftar karsinogen, atau pemicu kanker yang telah dikompilasi oleh Agensi Riset Kanker Internasional.

Ternyata salah satu makanan yang tak asing bagi kita, ikan asin, masuk dalam grup pertama. Bahkan sejak 2012, WHO telah memasukkan ikan asin sebagai karsinogen, sebab konsumsinya memiliki kaitan dengan risiko kanker nasofaring. Pusat Keamanan Makanan Hong Kong juga mengklasifikasi ikan asin sebagai kelompok satu makanan pemicu kanker.

Berdasarkan penelitian, komponen N nitroso dapat timbul pada proses pembuatan ikan asin. Risiko kanker nasofaring menyerang bisa lebih tinggi jika ikan asin semakin sering dikonsumsi, terutama oleh anak anak hingga usia 10 tahun. Makanan lain yang juga termasuk karsinogen tinggi ialah daging olahan yang diasinkan, difermentasi, atau diolah dengan metode yang dimaksudkan menambah rasa seperti sosis, kornet, dan daging kering.

Tagged , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.