Uncategorized

Indonesia dari Kekurangan Dokter Pasien Corona Bertambah

Pemerintah mulai kewalahan menghadapi melonjaknya pasien virus corona atau Covid 19. Pasalnya, jumlah pasien virus corona di Indonesia hari demi hari terus bertambah sementara jumlah dokter yang menangani masih terbatas. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga Senin (13/4) kemarin tercatat sebanyak 4.557 orang yang tersebar di seluruh provinsi positif Covid 19.

Dari ribuan pasien positif itu, 380 orang dinyatatakan sembuh dan 399 meninggal dunia. Korban yang berjatuhan bukan hanya masyarakat biasa, tapi juga dari kalangan tenaga medis, baik dokter maupun perawat. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyatakan hingga Minggu (12/4) ada 22 orang dokter yang meninggal karena terpapar virus corona. Sementara Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mencatat sudah 12 perawat yang meninggal dunia saat sedang berjuang menjalankan tugasnya merawat pasien positif virus Covid 19.

Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi (FSP FARKES/R) bahkan memiliki data yang lebih besar. Mereka mencatat ada 44 tenaga medis yang meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona. Rinciannya, 32 dokter dan 12 perawat. Dampak makin banyaknya pasien yang positif terpapar Covid 19 dan tenaga medis yang ikut menjadi korban jiawa kini juga mulai dirasakan. Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19, Letjen Doni Monardo mengungkapkan, jumlah dokter yang menangani pasien corona kini semakin menipis. Jumlah mereka bahkan tidak lagi sebanding dengan jumlah pasien yang masuk.

"Kekurangan dokter hari ini sudah mulai dirasakan di beberapa tempat yang pasiennya banyak," kata Doni setelah menggelar rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Senin (13/4). Doni tak menjelaskan di wilayah mana saja terjadi kekurangan dokter. Namun dia mengungkapkan bahwa saat ini rasio antara dokter dan penduduk di Indonesia sangat kecil. "Tadi saya laporkan kepada Pak Presiden bahwa rasio dokter kita dengan jumlah penduduk sangat kecil," kata Doni.

Selain itu, saat ini juga banyak dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya yang sudah terpapar virus corona. Sehingga mereka juga harus mendapatkan perlindungan agar tidak terpapar dan dapat menjalankan tugasnya di garda terdepan. "Karena walaupun WHO menentukan 1 dokter untuk 2 ribu sekian ratus orang, tapi dalam kondisi pandemi pada saat ini, pada waktu bersamaan kita sangat butuh dokter dan perawat dan ini harus kita lindungi. Kalau semakin banyak masyarakat berobat dan akhirnya dirawat, maka ini akan mengurangi ketahanan nasional kita di bidang kesehatan," tuturnya.

Sebagai solusinya agar jumlah dokter yang menangani pasien corona tetap tersedia, maka pemerintah akan memberikan surat tanda registrasi dan pelatihan dokter intensif kepada mereka yang masih belajar. "Solusi yang dapat kami lakukan, tadi sudah disampaikan untuk memberikan surat tanda registrasi dan peningkatan pelatihan dokter intensif yang jumlahnya mencapai 2.635 orang dokter," ucap Doni. "Dan Bapak Menteri Kesehatan (Terawan Agus Putranto) tadi sudah mengatakan akan memberikan prioritas kepada tenaga dokter sehingga mereka bisa praktik langsung di lapangan," tambahnya.

Doni juga meminta semua tenaga medis dan dokter memakai APD agar korban tidak makin berjatuhan. "Diharapkan semua dokter yang praktik terutama di daerah daerah yang sudah pasti terdapat kasus COVID 19 harus menggunakan APD demi melindungi tenaga dokter kita," ujarnya. Doni menegaskan, pengiriman APD ke daerah akan terus dilakukan. Jumlahnya akan terus bertambah.

"APD yang telah terdistribusi ke seluruh provinsi kabupaten/kota, itu telah mencapai hampir 700 ribu pieces atau tepatnya 690 ribu. Supaya kebutuhan APD di daerah terutama di rumah sakit menjadi modal dasar, moril bagi seluruh tenaga kesehatan terutama dokter dan perawat serta juga masyarakat lainnya," beber dia. Selain itu, pemerintah juga akan memberikan apresiasi kepada seluruh tim medis yang sudah berjuang di lapangan untuk merawat pasien virus corona. Menurut Doni, mereka semua layak mendapatkan penghargaan dari pemerintah.

"Perlunya kita memberikan penghargaan yang setinggi tingginya kepada para dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya. Sehingga penghargaan ini telah bisa meningkatkan semangat para dokter dan perawat dalam pengabdian yang terbaik kepada bangsa dan negara. Mereka telah mengorbankan waktu, pikiran, tenaga bahkan nyawa kepada kita semua," ujar Doni. Atas dasar itu, Doni kembali mengingatkan masyarakat untuk disiplin dan mengikuti kebijakan pemerintah untuk menjaga jarak fisik (physical distancing). Apalagi saat ini, sejumlah daerah mulai menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti Jakarta, Bodebek (Bogor, Depok, Bekasi), Tangerang, dan Tangerang Selatan.

Tagged , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.