Lifestyle

Mengintip Rumah Mewah Maruf Amin dan Istrinya Wury Estu Handayani, Penataan Klasik Modern

Intip rumah mewah hunian pasangan wakil presiden Maruf Amin dan istrinya, Wury Estu Handayani. Tempat tinggal Maruf Amin dan istrinya, Wury Estu Handayani ini dibangun dengan penataan klasik modern. Terdapat hiasan yang cukup menenarik di rumah Maruf Amin dan Wury Estu Handayani.

Maruf Amin baru saja dilantik menjadi wakil presiden Indonesia pada Minggu (20/10/2019). Semenjak maju pilres, Maruf Amin memang sudah menjadi sorotan publik. Kendati demikian, kehidupan Maruf Amin semakin disorot setelah dilantik sebagai wakil presiden.

Kini hunian Maruf Amin maupun profil sang istri pun kembali dikulik. Bersama sang istri, Maruf Amin tinggal di rumah yang sempat terekspos. Kediaman Maruf Amin dengan istri pernikahan keduanya itu berhasil menarik perhatian publik.

Seperti yang diketahui, istri pertama Maruf Amin, Siti Churiyah meninggal dunia pada 22 Oktober 2013. Setelah itu, Maruf Amin menikah lagi dengan Wury Estu Handayani. Lantas di manakah tempat tinggal Maruf Amin dan sang istri?

Pasangan suami istri itu tinggal di kediaman mereka yang berlokasi di Jalan Lorong 27, Koja, Jakarta Utara. Kediaman<span></span>WuryEstuHandayani<span></span>dan<span></span>MarufAmin<span></span>sempat terekspos ketika dirinya mendeklarasikan sebagai calon wakil presiden pasangan Joko Widodo. Setelah deklarasi tersebut, tetangga dan kerabat berkumpul di depan<span></span>rumah<span></span>MarufAmin.

Tampilan luar rumah Maruf Amin dan Wury Estu Handayani itu bernuansa modern. Rumah tersebut memiliki dua lantai. Bagian depan<span></span>rumah<span></span>lantai dua terdapat balkon.

Melansir iDEA, balkon tersebut dipasangi railing tangga agar lebih aman. Railing bergaya klasik membuat tampilan fasad lebih apik. Lalu, ada juga hiasan batu alam yang menutupi dinding<span></span>rumah<span></span>bagian depan.

Penggunaan batu alam di fasad menambah kesan menarik sekaligus kokoh. Di bagian garasi, hunian<span></span>MarufAmin<span></span>dan<span></span>WuryEstuHandayani<span></span>menggunakan material keramik pada lantai. Bagian pintu masuk tidak jauh dan berasa di samping kanan garasi.

Pintu masuk<span></span>rumah<span></span>mengusung material kayu minimalis. Nuansa hijau berasal dari tanaman di area pintu masuk. Kediaman Wury Estu Handayani dan Maruf Amin berdekatan dengan rumah warga lainnya.

Nyai Wury berasal dari Serang, Banten. Nyai Wury juga pernah berkecimpung di bidang kesehatan. Dia ternyata merupakan seorang perawat gigi di sebuah puskesmas.

Diketahui, Nyai Wury merupakan istri<span></span>MarufAmin<span></span>dari pernikahan keduanya. Sebelum menikah dengan Nyai Wury,<span></span>MarufAmin<span></span>pernah menikah dengan Siti Churiyah. Siti Churiyah meninggal dunia pada tahun 2013.

Nyai Wury dan<span></span>MarufAmin<span></span>ternyata menjalani taaruf singkat sebelum memutuskan menikah. Keduanya pun ternyata terpaut usia yang cukup jauh. Wury Estu Handayani dan<span></span>MarufAmin<span></span>memiliki selisih usia 31 tahun.

Saat ini, Nyai Wury berusia 44 tahun. Sedangkan,<span></span>MarufAmin<span></span>berusia 75 tahun. Nyai Wury dan<span></span>MarufAmin<span></span>menikah pada 31 Mei 2014 di aula Masjid Sunda Kelapa.

Saat menikah dengan<span></span>MarufAmin, Nyai Wury masih berusia 40 tahun. Ketika menikah,<span></span>WuryEstuHandayani<span></span>sudah menjanda dua tahun dan memiliki dua anak perempuan. Meskipun terpaut usia cukup jauh, Nyai Wury dan<span></span>MarufAmin<span></span>masih tetap romantis seperti pasangan pada umumnya.

Momen romantis itu, sempat terjadi kala keduanya merayakan hari lahir atau milad<span></span>MarufAmin<span></span>yang jatuh 11 Maret 2019. Di tempat menginap di Padangsidimpuan, Nyai Wury sempat mengajak<span></span>MarufAmin<span></span>melihat pemandangan sekitar kota dari atas gedung hotel. Staf Nyai Wury, Astri mengatakan, keduanya sempat menikmati pemandangn alam bersama.

Momen romantis keduanya sempat terekam dan diabadikan dalam foto. Pemandangan di Kota Padangsidimpuan memang indah karena terdapat bukit yang terlihat dari ketinggian. "Tadi Nyai Wury juga sempat membelai dahi Abah<span></span>MarufAmin," ujar Astri.

Tagged , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.