Travelling

Ngaben, Upacara Adat Khas Bali yang Sarat akan Makna

Bali adalah surga wisata di Indonesia. Setiap tahunnya banyak wisatawan baik dari mancanegara maupun lokal datang ke tempat ini. Salah satu yang menarik perhatian mereka adalah upacara Ngaben. Anda mau lihat juga? Jangan lupa lengkapi diri dengan asuransi perjalanan terbaik untuk menjaga Anda selama liburan di Bali.

Sebab, ada banyak hal yang tak bisa diduga selama liburan, kan? Ngaben adalah sebuah upacara pembakaran mayat yang ada di Bali. Upacara ini selalu menarik perhatian banyak wisawatan bila dilangsungkan. Nah, bagi Anda yang ingin mengenal upacara Ngaben lebih lanjut, lihat di sini, ya!

Upacara Ngaben

Ngaben secara umum diartikan sebagai upacara pembakaran mayat. Tujuannya adalah agar Ragha Sarira atau badan cepat kembali kepada asalnya. Jadi, secara garis besar, Ngaben adalah prosesi kembalinya Panca Mahabhuta di alam besar dan mengantarkan Atma atau roh ke alam Pitra atau alam atas dan memutuskan hubungan duniawi.

Menurut kepercayaan umat Hindu, yang meninggal mayatnya harus dibuat menjadi abu agar atmanya mencapai moksa. Ini tertuang dalam kitab umat Hindu Yajurveda ayat 40-15 yakni Wahai manusia, badanmu yang dibuat oleh panca mahabhuta akhirnya menjadi abu dan atmanya akan mendapat moksa.

Macam-Macam Upacara Ngaben

Ngaben merupakan sebuah upacara besar yang tentunya memerlukan biaya yang tak sedikit jumlahnya. Namun, sebenarnya ini tidak diharuskan. Sebab, agama Hindu sebenarnya fleksibel dengan kebijakan-kebijakan mengenai berbagai kondisi seperti kondisi keuangan umatnya. Biasanya, untuk mengurangi biaya, upacara ini dilakukan secara massal.

Sebenarnya, upacara Ngaben ini terbagi dalam beberapa jenis. Ada upacara yang besar, ada juga yang sedang saja. Ini didapatkan dari hasil penelusuran berbagai Lontar Bali yang tidak mengharuskan adanya upacara Ngaben yang besar. Lalu, apa saja jenis upacara Ngaben itu?

  1. Mendhem Sawa

Jenis upacara Ngaben yang pertama adalah Mendhem Sawa yang artinya penguburan mayat. Pada Ngaben jenis ini, hanya ditunda sementara untuk upacara Ngaben yang besar. Mendhem artinya di-pendhem atau dikubur terlebih dahulu. Alasannya adalah agar Ragha Sarira yang berasal dari unsur Prthiwi sementara dapat merunduk pada Prthiwi dulu.

Hal ini dilakukan bilamana dana yang ada belum mencukupi. Namun, pada prinsipnya, setiap orang yang mati harus segera diaben sehingga yang dikubur sementara tetap akan diambil lagi. Bila Anda ingin menyaksikan ini, pastikan sebelumnya Anda memiliki asuransi perjalanan terbaik, ya!

  1. Ngaben Mitra Yajna

Berikutnya ada Ngaben Mitra Yajna. Ngaben yang satu ini berasal dari kata Pitra dan Yajna yang artinya leluhur dan korban suci. Upacara Ngaben yang satu ini berasal dari Lontar Yama Purwana Tattwa yang dilakukan secara sederhana saja. Dalam upacara Ngaben ini, mayat tetap dibakar menurut ketentuan dalam Lontar tersebut.

Hanya saja, pelaksanaannya lebih sederhana dan tidak dilakukan pesta besar. Biasanya, upacara ini dilakukan pada tujuh hari setelah meninggalnya jenasah dengan tidak memilih hari baik sebelumnya

  1. Pranawa Pranawa

Berikutnya adalah Pranawa Pranawa. Jenis Ngaben ini menggunakan huruf suci sebagai simbol jenasah yang menggunakan aksara Om Kara. Mayat sebelumnya dikubur terlebih dahulu sebelum pengabenan dilaksanakan lalu tulangnya disatukan saat pengabenan. Setelah itu, akan dilaksanakan upacara Ngeplugin atau Ngulapin.

Nah, itulah singkat cerita mengenai upacara Ngaben di Bali yang banyak mengundang perhatian wisatawan dari berbagai belahan dunia. Bila Anda menyaksikannya, jangan lupa untuk menyertakan asuransi kesehatan terbaik untuk diri Anda. Untuk berjaga-jaga bilamana Anda bertemu hal yang tak diinginkan selama liburan di Bali.

Tagged ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.