Otomotif

Pemerintah dan 6 Perguruan Tinggi Negeri Rampungkan Riset Komprehensif Mobil Listrik

Enam perguruan tinggi negeri, masing masing Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Sebelas Maret dan Institut Teknologi Surabaya serta Universitas Udayana telah menyelesaikan Riset dan Penelitian Komprehensif atas Kendaraan Bertenaga Listrik (Electrified Vehicle Comprehensive Research and Study). Riset ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Selama beberapa bulan terakhir, dalam riset ini para peneliti membedah 18 unit mobil listrik dan konvensional dari Toyota Indonesia sebagai bahan penyusunan peta jalan industri otomotif Indonesia. Mobil yang mereka riset adalah Toyota Prius, Toyota Prius Plug in Hybrid dan Corolla Altis.

Ada lima kategori penelitian yang mereka lakukan. Yakni, Karakteristik Teknik, Kenyamanan Pengguna, Keekonomian, Peraturan dan Kebijakan, serta Tahap Pengembangan Teknologi. Dua kesimpulan utama yang diambil para peneliti setelah menyelesaikan lima kategori penelitian tersebut adalah: 1. Jenis mobil listrik kombinasi berbagai teknologi kendaraan elektrifikasi (hybrid electric vehicle (HEV), plug in hybrid electric vehicle (PHEV), dan battery electric vehicle (BEV) direkomendasikan untuk dikembangkan di Indonesia dengan melihat aspek kelestarian lingkungan.

Namun para peneliti mengingatkan sejumlah tantangan yang harus diantisipasi dalam menciptakan permintaan pasar, seperti infrastruktur, biaya produksi, kenyamanan pengendara, kesiapan industri dan lain sebagainya. 2. Pemerintah perlu menyusun peta jalan pengembangan kendaraan elektrifikasi dan membentuk gugus tugas untuk menetapkan target sekaligus rencana aksi guna menyelesaikan beragam tantangan itu terutama dari dengan insentif fiskal dan non fiskal. Atas nama Pemerintah, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sebelumnya telah menugaskan enam PTN menggarap riset komprehensif mobil listrik dengan dukungan Toyota.

Harjanto, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin di Bali, Selasa (23/4/2019) menyatakan apresiasinya atasrampungnya pondasi awal penyusunan peta jalan industri otomotif Indonesia. "Saya atas nama Pemerintah menyampaikan apresiasi setinggi tingginya kepada ITB, ITS, UGM, UI, UNUD, UNS dan Toyota Indonesia atas kerja samanya melakukan studi ini. Hasilnya akan menjadi masukan yang sangat berharga dalam penyusunan cost benefit analysis program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) maupun harmonisasi PPnBM yang saat ini sedang kita finalisasi bersama Kementerian Keuangan dan kementerian/lembaga terkait," ujar Harjanto. Harjanto mengatakan, hasil penelitian mobil listrik yang dikerjakan para akademisi sangat penting artinya dalam membantu pemerintah mewujudkan industri otomotif nasional sebagai salah satu sektor andalan dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.

Tagged , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.