Kesehatan

Sempat Berharap Ani Yudhoyono Sembuh dengan Donor Sumsum, Dokter Ungkap Penyebab Batal Dilakukan

Sempat mencuat harapan mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono bakal sembuh dengan rencana donor sumsum tulang belakang, namun mengapa batal dilakukan? Dokter Kepresidenan RI Terawan Agus Putranto mengungkap alasannya… Ya, Dokter kepresiden RI, Terawan Agus Putranto memberikan pernyataan terkait meninggalnya<span></span>AniYudhoyono, Sabtu (1/6/2019). Ahli medis yang kerap disapa dokter Terawan ini menjelaskan kondisi terakhir sebelum<span></span>AniYudhoyono<span></span>menghembuskan nafas terakhir.

Dokter Terawan menyebut pihaknya sudah bekerja kesar. Dokter Terawan tidak sendiri merawat<span></span>AniYudhoyono. "Tim di sini sudah berjuang dengan keras," kata Dokter Terawan membuka pernyataan persnya kepad awak media.

"Apa yang dilakukan sudah maksimal." "Harapannya semua bisa membuat baik." "Namun Tuhan memberi rencana lain."

"Dan ini memberi kesedihan bagi kita semua," imbuh Dokter Terawan. Dokter Terawan menjelaskan, drop yang dialami oleh<span></span>AniYudhoyono<span></span>adalah karena perjalanan dari penyakit yang tak terhindar. "Kemarin membaik tiba tiba beliau mengalami kemunduran, dan itu memang dari perjalanan penyakitnya," kata Dokter Terawan.

Dokter Terawan juga menjelaskan mengenai batalnya pendonoran untuk Ibu<span></span>AniYudhoyono. Dulu sempat dikabarkan Ibu Ani akan mendapatkan donor untuk menyembuhkan penyakitnya. Namun karena kondisi yang tidak tepat, donor tersebut tidak bisa dilakukan.

"Kalau perencanaannya sesuai tentu bisa diberikan donornya." "Namun berjalannya penyakit tidak mungkin diberikan donor," ungkapnya, seperti dikutip Angkat peti jenazah ibunda Ani Yudhoyono, tangis Agus Yudhoyono dan Edhies Baskoro Yudhoyono langsung pecah saat memasuki rumah. Terlebih di dalam rumah sudah menunggu banyak pelayat, termasuk Presiden Joko Widodo .

<span></span> Jenazah ibu Ani Yudhoyono, istri Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono disemayamkan di rumah duka di Puri Cikeas, Bogor, Sabtu (1/6/2019) malam. Jenazah Ani dan keluarga SBY tiba di rumah duka pukul 22.06 WIB, setelah diterbangkan dari Singapura. Berdasarkan siaran<span></span>Kompas TV, saat tiba di Puri Cikeas, peti jenazah kemudian diturunkan dari mobil ambulans yang membawa dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Peti jenazah yang ditutupi Bendera Merah Putih kemudian dibawa masuk ke dalam kediaman. Dua putra SBY dan Ani, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) tampak ikut mengangkat peti jenazah. Keduanya berada di baris terdepan.

Saat melewati pintu rumah, tangis AHY dan Ibas pecah. Setelah peti ditempatkan di dalam rumah, SBY kemudian memasuki rumah duka yang sudah dipenuhi para pelayat. SBY tampak menangis ketika menyalami para kerabat yang melayat.

Di dalam rumah sudah hadir Presiden Joko Widodo dan istri Iriana Jokowi, Presiden ketiga RI BJ Habibie, para pejabat, petinggi parpol, hingga tokoh nasional lain. TV layar lebar juga tersedia di tempat pengajian untuk memantau siaran langsung TV proses pemulangan jenazah ke tanah air. Ketika jenazah tiba di Lanud Halim Perdana Kusuma Jakarta Timur, pengajian sesaat berhenti.

Pelayat fokus memperhatikan iring iringan mobil jenazah yang mengantar jenazah Bu Ani ke kediaman keluarga di Cikeas buat disemayamkan. Hingga akhirnya jenazah tiba di Cikeas, disambut isak tangis keluarga, kerabat, tetangga dekat yang ikut melayat dan para pejabat tinggi negara yang sudah datang terlebih dulu. SBY, kedua putra dan menantunya, serta cucu cucunya mendampingi ibu Ani di National University Hospital (NUH), Singapura, hingga tutup usia.

Ibu Ani tutup usia setelah berjuang melawan kanker darah di NUH, Sabtu pukul 11.50 waktu setempat. Ibu Ani dirawat di rumah sakit tersebut sejak 2 Februari 2019. Jenazah Ani Yudhoyono sempat disemayamkan di Kedutaan Besar RI di Singapura, sebelum diterbangkan menuju Bandara Halim Perdanakusuma.

Rencananya, almarhumah Ani Yudhoyono akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Jakarta, pada Minggu besok. (Kompas.com/ Kristian Erdianto) Sumber: Mantan Ibu Negara Kristiani Herawati atau Ani Yudhoyono meninggal dunia karena kanker darah, ternyata ini pemicu kehadiran kanker darah, kenali gejala dan tanda tanda kehadirannya.

<span></span> Sebelum terlambat, lakukan berbagai langkah pencegahan agar kanker darah tidak berpotensi merongrong kehidupan kita semua. Penyakit kanker darah leukimia diidap istri mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)<span></span>AniYudhoyono<span></span>sebelum wafat pada Sabtu (01/06/2019) memang tak mengenal usia. Kanker darah bisa menyerang anak muda hingga lanjut usia.

Kanker darah adalah jenis penyakit kanker yang paling umum. Padahal leukimia hanya merupakan salah satu dari jenis kanker darah. Lalu apa<span></span>gejala, ciri ciri,<span></span>penyebab<span></span>pencegahan,<span></span>pengobatan, termasuk makanan populer yang bisa picu kanker darah leukimia?

Simak makanan populer picu kanker darah leukimia, kenali<span></span>gejala, ciri ciri,<span></span>penyebab, pencegahan,<span></span>pengobatan<span></span>penyakit yang diidap<span></span>AniYudhoyono. Dilansir dari laman American Society of Hematology dikutip dari https://doktersehat.com/ kanker darah adalah kanker yang memengaruhi produksi dan fungsi sel darah. Sebagian besar sel darah berawal dari sumsum tulang yang merupakan tempat diproduksinya darah.

Sel induk yang ada dalam sumsum tulang belakang akan menjadi dewasa dan berkembang menjadi tiga jenis sel darah yaitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keeping darah (trombosit). Ketiga jenis sel darah ini memiliki fungsinya masing masing. Sebagian besar kanker darah menyebabkan perkembangan sel darah normal terganggu akibat dari pertumbuhan dari sel darah yang abnormal.

Sel darah abnormal atau bisa juga disebut sebagai sel sel kanker ini mencegah sel darah normal untuk menjalankan fungsinya seperti untuk melawan infeksi hingga mencegah pendarahan. Bukan hanya leukimia, ada beberapa jenis kanker darah. Banyak orang beranggapan bahwa leukimia adalah satu satunya kanker darah.

Leukimia adalah jenis kanker darah yang paling umum ditemui.<span></span>Leukimia<span></span>ditemukan dalam darah dan sumsum tulang akibat dari produksi sel darah putih abnormal yang sangat cepat. Sel darah putih abnormal yang berkembang tidak memiliki kemampuan untuk melawan infeksi dan justru mengganggu kemampuan sumsum tulang belakang untuk menghasilkan sel darah merah dan trombosit. Berdasarkan sifatnya leukimia dibagi menjadi akut dan kronis. Leukimoa akut berkembang cepat, sedangkan leukimoa kronis berkembang lebih lambat.

Klasifikasi leukimia juga dibedakan berdasarkan jenis sel darah yang berkembang menjadi sel kanker, yaitu menjadi leukimia limfositik dan leukimia myelogenous. Leukimia limfositik adalah petumbuhan abnormal pada sel sumsum yang menjadi limfosit, yang merupakan sel darah putih yang memiliki peran dalam sistem kekebalan tubuh. Sedangkan leukimia myelogenous merupakan pertumbuhan sel abnormal pada sel sumsum yang matang dan menjadi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

Jika disimpulkan terdapat empat klasifikasi leukimia yaitu<span></span>Leukimia<span></span>limfositik akut, leukimia myelogenous akut, leukimia limfositik kronis, dan leukimia myelogenous kronis. Jenis leukima yang paling umum terjadi pada anak anak adalah leukimia limfosotik akut, baru kemudian leukima myelogenous akut. Sedangkan leukimia yang paling umum pada orang dewasa adalah leukimia myelogenous akut dan leukimia limfositik kronis.

Meskipun begitu pada dasarnya setiap jenis leukimia bisa saja menyerang anak anak maupun dewasa. Limforma disebut juga sebagai kanker sistem limfatik atau kanker getah bening. Sistem limfatik terdiri dari kelenjar getah bening yang ada di leher, ketiak, dada, selangkangan, hingga perut.

Sistem limfatik bekerja untuk menghasilkan sel sel kekebalan tubuh dan menghilangkan kelebihan cairan dari tubuh. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya terdapat sel limfosit yang memiliki tugas untuk melawan infeksi, sel ini berada di kelerja getah bening. Limfosit abnormal atau limfoma yang berkembang akan berkumpul di kelanjar getah bening dan akan merusak sistem kekebalan tubuh seiring dengan berjalannya waktu.

Limfosit terdiri dari dua jenis yaitu Limfoma Hodgkin yang terbentuk dari limfosit tipe sel B dan Limfoma non Hodgkin yang terbentuk dari limfosit sel B atau sel T. Jenis kanker darah yang ketiga adalah myeloma yang merupakan kanker sel plasma darah. Plasma darah adalah komponen darah berbentuk cairan yang menjadi medium sel sel darah.

Sel plasma darah seharusnya menghasilkan antibodi untuk menangkal penyakit dan infeksi dalam tubuh. Sel plasma ganas atau myeloma mencegah produksi antibodi normal sehingga sistem kekebalan tubuh melemah dan tubuh lebih rentan terhadap infeksi. Perkembangan myeloma juga mengganggu produksi sel darah merah dan putih normal serta mengganggu fungsinya.

Sel myeloma diproduksi dalam sumsum tulang. Sel ini dapat mengalir melalui aliran darah dan menyerang bagain tulang lain di tubuh. Jika kemunculan myeloma ada pada beberapa tempat sumsum tulang, maka disebut dengan multiple myeloma.

Setiap jenis kanker darah yang berbeda kemungkinan akan menunjukkan ciri dan<span></span>gejala<span></span>kanker darah yang juga berbeda. Gejala kanker darah leukimia bisa berbeda berdasarkan klasifikasinya dan stadiumnya. Ini beberapa<span></span>gejala<span></span>dan ciri ciri kanker darah leukimia yang paling umum:

Demam, menggigil, berkeringat di malam hari, dan<span></span>gejala<span></span>flu lainnya. Sakit kepala Lemah dan kelelahan

Gusi bengkak atau berdarah Pembengkakan hati atau limpa Pembengkakan amandel

Nyeri tulang Kulit pucat Muncul bercak merah pada kulit

Penurunan berat badan. Jika mengalami<span></span>gejala<span></span>kanker darah leukimia seperti yang disebutkan di atas, jangan panik dan tetap tenang. Dibutuhkan pemeriksaan untuk memastikan apakah<span></span>gejala<span></span>tersebut benar merupakan kanker darah.

Gejala kanker darah limfoma dipengaruhi oleh jenis dan stadium kanker darah. Berikut adalah beberapa<span></span>gejala<span></span>dan ciri ciri kanker darah limfoma yang umum: Pembengkakan kelanjar getah bening pada leher, ketiak, atau selangkangan. Ditandai dengan adanya benjolan yang terasa nyeri. Demam

Lemah dan kelelahan Berkeringat, terutama di malam hari Ruam pada lipatan kulit

Gatal di kulit Sakit dada dan kesulitan bernapas Penurunan berat badan tanpa sebab

Nafsu makan menurun Nyeri tulang. Beberapa<span></span>gejala<span></span>kanker darah limfoma memang tidak berbeda jauh dengan kanker darah leukimia.

Jika mengalami<span></span>gejala<span></span>seperti yang disebutkan di atas, jangan panik dan sebaiknya berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui<span></span>penyebab<span></span>kanker darah. 3. Gejala kanker darah myeloma Gejala dan ciri ciri kanker darah myeoloma adalah seperti berikut ini:

Kelebihan kalsium dalam darah atau hiperkalsemia Anemia Kerusakan ginjal

Gangguan tulang seperti osteoporosis, nyeri tulang, pembengkakan tulang, hingga patah tulang Kadar prorein dalam darah dan / atau urin tinggi Penurunan berat badan

Tubuh rentan terkena infeksi. Daftar<span></span>gejala<span></span>kanker di atas bukan merupakan daftar lengkap. Gejala yang dirasakan juga bisa disebabkan oleh sebab lain selain kanker.

Maka dari itu, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter untuk memastikan<span></span>penyebab<span></span>kanker darah dan mendapatkan penanganan yang lebih tepat. Penyebab kanker darah secara umum adalah pertumbuhan sel darah abnormal yang tidak bisa dikendalikan sehingga menggangu fungsi dari sel darah normal. Pada sebagian kasus kanker darah,<span></span>penyebab<span></span>kanker darah tidak diketahui secara spesifik.

Meskipun<span></span>penyebab<span></span>kanker darah tidak diketahui dengan jelas, terdapat beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami<span></span>gejala<span></span>kanker darah. Faktor risiko tersebut antara lain seperti faktor genetik, paparan radiasi, paparan bahan kimia, virus, efek samping kemoterapi, sindrom Myelodysplastic, dan karena adanya kelainan darah. Faktor Risiko dan<span></span>Pencegahan<span></span>KankerDarah

Faktor risiko kanker darah juga bisa dibedakan berdasarkan jenis kanker darahnya. Faktor risiko kanker darah leukimia adalah: Paparan radiasi tingkat tinggi

Paparan bahan kimia secara berulang Kemoterapi Down syndrome

Riwayat leukimia dalam keluarga. Beberapa faktor yang meningkatkan seseorang terkena limfoma adalah: Lanjut usia

Berjenis kelamin pria Memiliki riwayat penyakit autoimun Mengidap HIV/AIDS

Diet tinggi lemak dan daging Terpapar pestisida tertentu. Faktor risiko kanker darah myeloma adalah:

Usia di atas 50 tahun Berjenis kelamin laki laki Mengidap penyakit Gaucher

Memiliki riwayat keluarga pasien myeloma (orang tua, anak, atau saudara kandung) Orang keturunan Afrika Amerika Obesitas

Terpapar radiasi Bekerja di industri yang berkaitan dengan minyak bumi. Faktor risiko bukan merupakan<span></span>penyebab<span></span>kanker darah, tapi hanya dapat meningkatkan kemungkinan seseorang dapat terserang oleh penyakit tersebut.

Tidak perlu merasa panik atau khawatir jika memiliki salah satu atau lebih faktor risiko yang disebutkan di atas. Individu yang berisiko terkena kanker darah sebaiknya menghindari faktor pemicu dan menerapkan pola hidup sehat untuk menurunkan risiko terkena kanker darah. Memeriksakan kesehatan secara rutin juga menjadi hal yang penting dilakukan untuk memastikan Anda aman dari penyakit tersebut.

Faktor makanan dan minuman juga menjadi faktor yang memicu perkembangan sel kanker darah lebih giat. Penelitian dari American Journal of Obstetrics & Gynecology menunjukkan kalau Ibu hamil yang mengonsumsi lebih dari dua gelas kopi setiap hari akan meningkatkan potensi bayi mengidap leukimia sampai 60 persen. Secara mendalam faktor makanan ternyata juga memiliki dampak besar untuk memicu.

Beberapa merupakan makanan populer yang kerap dikonsumsi masyarakat. Makanan tersebut adalah daging olahan yang banyak beredar di pasaran. Misalnya saja sosis dengan aneka jenis, atau daging patty pada burger.

Laman dari Angeles Health International membeberkan penelitian sebuah rumah sakit terbesar di Meksiko. Disebutkan bahwa anak anak yang mengonsumsi produk daging olahan secara reguler akan rentan terkena kanker darah 74% lebih besar daripada anak anak lain yang mengonsumsi sayur dan tofu. Pasalnya, daging olahan sebagian besar mengandung sodium nitrit dan nitrat.

Dua bahan tersebut biasanya digunakan untuk preservatif sehingga makanan terlihat enak untuk dimakan. Pada tahun 2009, sebuah penelitian menemukan bahwa 2 bahan tambahan ini ada erat kaitannya sebagai<span></span>penyebab<span></span>berkembangnya sel kanker, khususnya kankerdarah. Sebenarnya, kedua bahan ini penting untuk ditambahkan karena juga bisa menurunkan resiko penyakit botulisme, yakni kondisi keracunan serius namun jarang terjadi.

Namun kalau konsumsinya dalam jumlah banyak, bahan tambahan ini bisa berbalik menjadi penyakit, salah satunya mengaktifkan sel kanker. Soalnya di dalam tubuh nitrit bisa mengkonversi diri menjadi nitrosamin, yang merupakan bahan kimia karsinogenik atau pembentuk kanker darah. Jika seseorang diduga terkena kanker darah, maka akan dilakukan serangkaian pemeriksaan kanker sebelum dilakukan diagnosis.

Pemeriksaan ini juga berguna untuk mengetahui jenis kanker darah yang diderita. Mengenali jenis dan<span></span>gejala<span></span>kanker darah sangat penting, agar perawatan yang diberikan juga tepat. Dilansir dariblood cancer.com dikutip dari https://doktersehat.com/ berikut adalah rangkaian pemeriksaan yang dilakukan untuk mendiagnosis kanker darah:

1. Pemeriksaan riwayat kesehatan Dokter akan bertanya tentang riwayat kesehatan Anda melalui pertanyaan tertulis dan verbal. Tujuannya adalah untuk mengetahui apa dan seberapa lama<span></span>gejala<span></span>kanker darah Anda alam.

2. Pemeriksaan fisik Selanjutnya, akan dilakukan pemeriksaan fisik yang umumnya dilakukan dengan cara inspeksi visual (melihat), palpasi (merasakan), auskultasi (mendengarkan, umumnya dengan stetoskop), perkusi (mengetuk untuk menghasilkan suara). Pemeriksaan pada area tubuh untuk mendeteksi perubahan seperti bagian tubuh mengeras, melunak, atau menyakitkan ketika disentuk juga akan dilakukan.

3. Tes darah Terdapat beberapa jenis tes darah yang dapat dilakukan untuk diagnosis kanker darah: Complete blood count(CBC) atau tes darah lengkap, adalah tes yang dilakukan untuk mengukur jumlah sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit.

Peripheral blood smear, merupakan tes tindak lanjut jika ditemukan adanya hasil abnormal pada CBC. Blood chemistryatauchemistry panel, merupakan tes yang dilakukan untuk mengetahui tingkat abnormal unsur tertentu seperti elektrolit atau beberapa protein dalam darah. Blood clotting testatau tes pembekuan darah, dilakukan untuk mengetahui apakah darah menggumpal atau membeku secara normal.

Tes ini dilakukan untuk mengetahui apakah<span></span>gejala<span></span>seperti memar atau pendarahan yang Anda rasakan benar merupakan<span></span>gejala<span></span>kanker darah. 4. Urinalisis Urinalisis adalah analisis urin atau dikenal juga dengan tes urin.

Tujuan dari tes urin adalah untuk menilai fungsi ginjal. 5. Biopsi kelanjar getah bening Jenis kanker darah tertentu memerlukan biopsi kelenjar getah bening untuk memastikan diagnosisnya.

Biopsiadalah pengambilan sampel jaringan untuk kemudian diperiksa di laboratorium. Pengambilan jaringan kelenjar getah bening dilakukan menggunakan jarum atau melalui bedah. 6. Aspirasi dan biopsi sumsum tulang

Sebagian kanker darah memengaruhi sumsum tulang. Jika hal ini terjadi maka harus dilakukan aspirasi dan biopsi untuk membantu diagnosis. Sampel sumsum tulang yang diambil umumnya adalah bagian tulang panggul.

Tes ini membutuhkan anestesi dan sering kali masih menyebabkan rasa sakit dan perasaan tidak nyaman selama berlangsung. 7. Pemeriksaan genetik Pemeriksan sitogenetik dilakukan untuk melihat potensi kelainan kromoson atau mutase pada kanker darah.

Terdapat dua jenis pemeriksaan genetik yaitupolymerase chain reaction(PCR) danfluorescent in situ hybridization(FISH). Kedua tes ini tidak dapat melihat perubahan kromoson secara keseluruhan, namun dapat membantu mendeteksi mutase genetik yang spesifik dan dikenal. Pemeriksaan genetik tidak hanya membantu dalam diagnosis, tapu juga dalam prognosis, pemilihan<span></span>pengobatan<span></span>yang tepat, memantau efektivitas<span></span>pengobatan<span></span>yang dipilih.

8. Flow cytometry Flow cytometryadalah tes yang dilakukan untuk mengindentifikasi sel berdasarkan jenis antigen atau penanda pada permukaannya. Laser digunakan dalam tes ini untuk mengetahui karakteristik sel.

Pemeriksaan sampel darah dengan miskroskop juga dilakukan dengan cara menodai sel dengan antigen spesifik menggunakan zat warna. 9. Lumbar puncture atau spinal tap Lumbar punctureatauspinal tapadalah prosedur yang dilakukan untuk mengumpulkan sampel cairan serebrospinal yang merupakan cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang sebagai bantalan.

Tujuan tes ini adalah untuk mengetahui apakah kanker telah menyebar ke cairan serebrospinal. 10. Tes pencitraan Tes pencitraan dilakukan menggunakan peralatan medis untuk melihat gambaran tubuh.

Beberapa jenis tes pencitraan yang dilakukan untuk diagnosis kanker darah adalah seperti: Ray atau rontgen dada, dilakukan untuk mengambil gambar dada termasuk paru paru, jantung, arteri besar, tulang rusuk, dan diagragma. Dilakukan jika dicurigai terjadi infeki pada paru paru. CT scan dilakukan untuk mengetahui apakah kanker telah menyebar ke organ tertentu, seperti limpa.

MRI dilakukan untuk melihat gambar struktur internal tubuh, dapat digunakan untuk memeriksa otot dan sumsum tulang belakang. USG dapat dilakukan untuk memeriksa kelerjar getan bening dan organ lain yang berpotensi mengalami pembengkakan di perut seperti ginjal, hati, atau limpa. Jenis pemeriksaan kanker darah di atas adalah pemeriksaan yang umum dilakukan.

Rangkaian tes mungkin dapat berbeda untuk jenis kanker darah yang berbeda. Dokter akan menentukan langkah langkah pemeriksaan berdasarkan hasil dari pemeriksaan sebelumnya. Pengobatan kanker darah dipilih dengan mempertimbangkan beberapa faktor seperti jenis kanker, stadium kanker, luas kanker, kecepatan tumbuhnya kanker.

Mutasi genetik yang mungkin terdapat dalam sel kanker, usia, dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Masih dilansir blood cancer.com dan dikutip dari https://doktersehat.com/ berikut adalah beberapa langkah<span></span>pengobatan<span></span>untuk kanker darah: 1. Kemoterapi

Kemoterapi adalah penggunaan obat obatan yang dapat menghentikan pertumbuhan sel kanker. Obat obatan ini dapat diberikan degan cara diminum atau bisa juga disuntikkan ke pembuluh darah atau otot. Target dari kemoterapi adalah sel sel yang pertumbuhannya cepat seperti sel kanker.

Namun karena terdapat sel lain yang pertumbuhannya juga cepat seperti sel dalam saluran pencernaan dan sel rambut, sehingga sel sel ini pun terkena dampak dari kemoterapi ini. 2. Terapi tertarget Terapi tertarget atautargeted therapyadalah perawatan yang dilakukan untuk menghalangi atau memberlambat penyebaran sel kanker.

Cara terapi tertarget adalah dengan mengganggu area spesifik sel kanker yeng telribat dalam pertumbuhan sel kanker. Selain itu, terapi ini juga dapat berfokus pada karakteristik unik dari sel kanker tersebut. Pengobatan ini tidak seperti kemoterapi yang membunuh sel kanker, melainkan hanya menghambat pertumbuhannya.

Maka dari itu, terapi ini biasasnya dikombinasikan dengan kemotererapi untuk mengatasi<span></span>gejala<span></span>kanker darah tertentu. 3. Imunoterapi Imunoterapi adalah perawatan kanker untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Sistem kekebalan tubuh yang meningkatkan akan membunuh sendiri sel sel kanker yang menyerang tubuh. 4. Leukapheresis Leukapheresis adalah prosedur yang dilakukan untuk mengurangi jumlah sel darah putih dalam darah.

Caranya adalah dengan menyaring darah dengan alat khusus untuk kemudian dikembalikan ke dalam tubuh. Perawatan ini dapat dilakukan jika jumlah sel sel leukimoa tinggi dan melebihi jumla sel sel normal dalam darah. 5. Terapi radiasi

Terapi radiasi adalah terapi menggunakan radiasi tinggi untuk membunuh sel kanker. Terapi ini dapat dilakukan dalam kasus kanker darah tertentu dengan<span></span>gejala<span></span>kanker darah pembesaran limpa. Selain itu, terapi ini juga dapat dilakuakn untuk mengatasi nyeri tulang akibat pertumbuhan sel kanker darah yang ada di sumsum tulang.

6. Transplantasi sel induk Stem cell transplantatau transplantasi sel induk umumnya dikombinasikan dengan kemoterapi dengan dosis tinggi. Kemoterapi dapat merusak sel darah sehat.

Transplantasi sel induk berupa sel yang belum dewasa yang dapat menjadi sel darah baru, dilakukan untuk mengembalikan sumsum tulang. Sel sel induk untuk transplantasi bisa didapatkan dari pasien dan dikumpulkan sebelum pasien menjalami kemoterapi atau dapat juga didapatkan melalui donor. 7. Operasi

Perawatan kanker darah yang terakhir adalah dengan operasi. Operasi tidak dapat menyembuhkan kanker darah, tapi bisa meredakan beberapa<span></span>gejala<span></span>kanker darah. Operasi yang dilakukan adalah operasi pengangkatan limpa yang membengkak akibat kanker darah.

Tujuannya adalah agar organ lain tidak terganggu dan untuk mencegah komplikasi. Selain<span></span>pengobatan<span></span>di atas, dalam beberapa kasus kanker darah, pasien terkadang harus hanya menunggu dengan wapada di bawah pengawasan dokter. Langkah ini dilakukan jika perkembangan kanker darah lambat dan tidak membahayakan.

Selama menunggu,<span></span>pengobatan<span></span>untuk meringankan<span></span>gejala<span></span>kanker darah akan dilakukan. Kesehatan pasien juga diawasi dengan ketat oleh dokter.(*)

Tagged , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.