Tips

Tips Memilih Vitamin Kehamilan yang Baik bagi Ibu Hamil

Vitamin merupakan senyawa organik yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil agar kesehatan tubuh sang ibu dan janin yang dikandungnya dapat terjaga dengan baik. Dalam memilih vitamin untuk ibu hamil yang tepat dapat dilakukan dalam berbagai cara. Berikut beberapa cara memilih vitamin kehamilan bagi ibu hamil yang baik:

  1. Asam Folat

Pemilihan asam folat ini sangatlah penting untuk menunjang perkembangan calon bayi Anda. Hal tersebut dikarenakan tabung saraf bayi pada satu bulan kehamilan mengalami perkembangan, bahkan sebelum wanita mengetahui bahwa mereka dalam kondisi hamil. Jadi sangatlah ideal untuk mengonsumsi suplemen vitami yang dikhususkan untuk ibu hamil.

Selama masa kehamilannya, ibu hamil harus mengonsumsi makanan yang kaya akan asam folat. Ibu hamil memerlukan vitamin ini dengan kandungan minimal 400 mcg asam folat setiap harinya selama masa kehamilan.

Jika terdapat riwayat dalam keluarga yang menunjukkan risiko tinggi cacat pada tabung saraf, maka dapat direkondasian dosisnya sebesar 4 miligram atau sepuluh kali jumlah tersebut. Untuk hal ini ibu hamil harus membicarakannya terlebih dahulu pada dokter.

  1. Zat Besi

Vitamin ini sangatlah penting untuk kebutuhan ibu hamil yang berfungsi sebagai pembentukan sel bayi. Selain itu vitamin ini juga penting bagi tubuh Anda. Dalam pemilihan zat besi yang tepat, dokter terkadang merekomendasikan dosis yang lebih tinggi dengan syarat bahwa ibu hamil tersebut sedang menderita anemia sepanjang kehamilannya.

Pemenuhan zat besia yang baik dapat dilakukan dengan mengonsumsi kacang-kacangan. Kacang dapat membantu pemenuhan vitamin bagi ibu hamil. Kacang yang dikonsumsi untuk membantu ibu hamil ini antara lain kacang tanah, kacang polong dan kacang kedelai.

  1. Kalsium

Kalsium mampu menjaga kesehatan ibu hamil dan janin. Vitamin kehamilan ini dapat menghindarkan Anda dari kondisi preklamsia atau tekanan darah tinggi pada saat kehamilan. Bagi janin, kalsium memiliki manfaat agar bayi bisa terhindar dari risiko cacat fisik dan kesehatan jantung yang baik.

Nutrisi yang didaptakan dari vitamin ini pada semua wanita yang berusia antara 19 tahun hingga 50 tahun harus membutuhkan 1.000 miligram klasium setiap harinya. Bagi ibu hamil, dapat dengan mudah mendapatkan banyak kalsium dari yogurt, susu, ataupun makanan kaya kalsium lainnya. Dokter juga dapat merekomendasikan suplemen tambahan dari vitamin ini.

  1. Vitamin C

Dosis tinggi pada saat ibu hamil mengonsumsi vitamin C pada awal masa kehamilan sangatlah tidak dianjurkan. Kelebihan vitamin ini pada masa tersebut dapat memicu keguguran janin aknibat adanya tekanan progesteron.

Jadi bagi para ibu hamil yang akan memilih vitamin ini harus menghindari dosis tinggi dari vitamin C yang dapat menyebabkan penyakit yang ditimbukan oleh kelebihan zat besi atau yang biasa disebut dengan hemochromatosis. Hal tersebut dikarenakan vitamin C membantu dalam penyerapan zat besi yang lebih cepat ke dalam tubuh.

Sebelum Anda mengonsumsi vitam C ini, Anda harus mengetahui dosis yang diperlukan terlebih dahulu, kebutuhan sesuaikan dengan kebutuhan Anda. Konsumsi vitamin C pada masa awal kehamilan sebaiknya lebih baik dengan mengonsumsi buah maupun sayuran yang masih dalam kondisi segar. Setelah itu, barulah dengan mengonsumsi suplemen sesuai dosis.

Anda juga harus memperhatikan hal lain selain dosis yang diperlukan yakni kadar keasaman dari vitamin C. Biasanya vitamin C memiliki kadar keasaman dengan pH 1 hingga 3 yang bersifat asam, namun terdapat juga vitamin C yang tidak terlalu asam dengan kadar keasaman pH 5,6 hingga 6,5.

  1. Vitamin A, D, E, B6

Selain itu, Ibu Hamil juga dapat memilih suplemen yang mengandung kandungan berupa vitamin A, D, E, B6, tembaga dan seng. Bagi ibu hamil memrlukan vitamin B6 sebesar 1,9 mg untuk membantu menurunkan potensi mual dan muntah.

Pemenuhan vitamin kehamilan yang cukup akan dapat membantu proses perkembangan janin Anda, hingga nantinya sehat pada saat proses dilahirkan. Memperoleh vitamin bagi ibu hamil dapat dicari di sekitar Anda. Konsumsi vitamin tersebut dengan cukup dan jangan sampai berlebihan.

Tagged ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.