Lifestyle

Trik Saat Listrik Padam, Lilin Habis dan Tak Ada Senter, Minyak Sayur Penyelamat dari Kegelapan

SEJUMLAH daerah di Jabodetabek masih mengalami pemadaman listrik pada Minggu (4/8/2019) Mereka yang tak punya senter pasti akan kesulitan mencari lilin. Sebab sejak sore tadi, seluruh warung, minimarket, dan supermarket sudah kehabisan stok lilin.

Ya, mati listrik se Jabodetabek ini telah membuat stok lilin di seluruh warung, minimarket, sampai supermarket, Minggu (4/8/2019) habis. Setidaknya hal ini dialami warga Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok. Sejak sore tadi lilin sudah tidak tersedia di warung, minimarket, bahkan supermarket.

Bahkan warung maupun minimarket sampai menulis pengumuman dengan secarik kertas di pintu masuk. Tulisannya 'Lilin Habis'. Beberapa pemilik warung menyebut sejak sore hari itu orang membeli lilin dalam jumlah banyak. Lalu bagaimanakah cara mengatasi mati listrik apabila anda tak punya senter, lilin, dan ponsel anda juga sudah low batt?

Nah, caranya anda bisa memakai minyak sayur yang pasti tersedia di dapur anda. Celupkan minyak sayur itu di sumbu, atau kain yang dibelitkan menyerupai sumbu. Agar apinya tak terlalu besar. Sebaiknya pakai sumbu saja.

Nah setelah itu nyalakan saja dengan kompor. Api di minyak sayur ini cenderung lebih besar, tetapi kurang tahan lama seperti lilin. Sementara itu, listrik mati yang terjadi di wilayah Jakarta, Minggu (4/8/2019), turut melumpuhkan traffic light atau lampu lalu lintas termasuk di depan mal Pejaten Village, Jati Padang, Jakarta Selatan.

Akibatnya, lalu lintas di perempatan tersebut semrawut. Namun, kondisi itu bisa teratasi berkat inisiatif pengemudi ojek online (ojol) Gojek. Saat Warta Kota melintas di lampu lalu lintas tersebut sekitar pukul 16.05 WIB, Anang Haryana (40) dan Ahmad Fauzan (41), tengah mengatur kendaraan dari empat arah. Polisi tak tampak di perempatan tersebut.

Anang berada di Jalan Warung Jati Barat yang mengarah ke Jalan Warung Buncit Raya atau ke arah Mampang Prapatan. Ia mengatur kendaraan dari arah Ragunan yang ingin berbelok ke arah Jalan Pejaten Raya, ke arah Mampang Prapatan, dan dari Jalan Pejaten Barat. Sedangkan Fauzan berdiri di Jalan Warung Buncit Raya yang mengarah ke Jalan Warung Jati Barat atau ke arah Ragunan.

Ia mengatur kendaraan dari arah Jalan Warung Buncit Raya yang ingin lurus ke arah Ragunan atau yang hendak berbelok ke berbelok ke arah Jalan Pejaten Barat. Anang mengaku sebagai orang pertama yang berinisiatif mengatur lalu lintas di perempatan tersebut sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, Anang menyebut kendaraan dari empat arah tak bisa jalan alias terkunci efek lampu lalu lintas yang padam.

Ia datang dari arah Jalan Pejaten Barat. Anang kemudian memarkir motornya di pinggir jalan di dekat lampu lalu lintas dari arah Jalan Pejaten Barat. Bak polisi, pria berambut sebahu itu mengatur kendaraan agak tak saling serobot hingga menimbulkan kemacetan. Tak sampai setengah jam, Fauzan yang datang dari arah Jalan Pejaten Raya, turut membantu. Keduanya meniup peluit agar pengendara mengikuti instruksi yang mereka berikan.

"Tahan dulu, priitttttt. Ya, yang sana jalan, priitttttt," ujar Anang sembari menunjuk kendaraan dari arah Jalan Warung Jati Barat yang menuju ke Jalan Warung Buncit Raya atau ke arah Mampang Prapatan. Anang mengaku tergerak melakukan tugas itu agar lalu lintas kembali lancar. "Saya di perempatan ini dari (sekitar) jam 1 (13.00 WIB). Saya dari arah Bintaro Permai. Pas lewat, semua kendaraan kekunci, nggak bisa lewat. Ya tergerak aja karena semua total mati lampu soalnya. Sampai kapan (di sini)? Sekuatnya," kata Anang yang mengaku pasrah bila waktunya habis untuk mengatur lalu lintas ketimbang mencari penumpang.

"Biaran dah, yang penting lancar. Rezeki nggak ke mana," sambungnya. Semua pengendara patuh mengikuti instruksi yang diberikan Anang dan Fauzan. Tak sedikit yang mengapresiasi keduanya dengan memberikan uang. Ada yang memberi Rp 2.000, juga Rp 5.000.

Ada pula yang membelikan jus yang diletakkan Anang di pinggir jalan, persis di depan pos polisi. Pos polisi itu ada di sisi Jalan Buncit Raya. Seperti Anang, Fauzan mengaku rezeki sudah ada yang mengatur. "Ya kalau nggak diginiin, kan macet semua, daripada semua kena, kami korbanin diri sendiri. Dia (Anang) perlu bantuan, ya saya bantuin. Soal rezeki ya gapapa, kan besok bisa narik lagi," ucap Fauzan.

(Theo Yonathan Simon Laturiuw)

Tagged , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.